DESAIN KELAS DAN PESERTA DIDIK
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum
wr.wb.
Puji syukur patut kita ungkapkan
kehadirat Allah SWT, karena atas izinnya dan rahmat hidayah yang dilimpahkannya
kepada kita semua. Alhamdulillah penyusun makalah yang berjudul “Keterampilan Mengelola Kelas” ini dapat kami selesaikan tepat pada
tenggang waktu yang diberikan oleh dosen pembimbing.
Dalam menyingkapi permasalahan yang
terdapat didalam makalah ini, terutama kami sebagai pemakalah belum begitu
sempurna menguraikan isi yang ada didalam makalah ini, untuk itu penting adanya
harapan kami memohon kepada dosen pembimbing untuk menambah serta meluruskannya
agar tidak terjadi kekeliruan bagi para rekan pembaca.
Selanjutnya ucapan terimakasih
kepada dosen pembimbing yang memberi dorongan pada kami dalam menyusun makalah
ini dn teman-teman kelompok yang telah berkerja sama menyukseskan
penyusunannya.
Wassalamua’alaikum wr,wb
Bangko, 12 Februari 2012
Kami Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ....................................................................i
Daftar Isi
..............................................................................ii
BAB I Pendahuluan
.............................................................1
BAB II Pembahasan
A. Kelas Yang Nyaman dan Menyenangkan……..........2
B. Ukuran
Kelompok Peserta Didik di Kelas…………….3
C. Ukuran
Kelas Optimal : Penemuan Penelitian……….4
D. Rentang
Kontrol…….………………………..………….5
E. Konsekuensi dan Bertambah Besarnya Kelompok….5
F. Ukuran Optimal Untuk Tutorial…………………………6
G. Membentuk Strategi Komunikasi Dlam Kelompok…...6
BAB
III Penutup
......................................................................8
Kesimpulan
Saran
Daftar
Pustaka ........................................................................9
BAB
I
PENDAHULUAN
Pendidikan hal pertama dan
utama dari dulu sampai sekarang pendidikan dak lepas dari lingkungan kita baik
itu pendidikan akhlak, agama dan pendidikan umum lainnya.
Didalam masalah pendidikan bagaiman guru bisa
mencapai tujuan pendidikan yang ditujukan dan membuta peserta didiknya mau dan
bisa menerima pelajaran yang diberikannya, salah satu contoh yang bisa diambil
dalam pendidikan yaitu bagaimana terciptanya suasana yang nyaman dan damai didalam sebuah kelas, nyaman tidak menjenuhkan sehinga pembelajaran
aktif dapat tercapai.
Memang diakui belum ada
satupun pengaturan kelas yang ideal, tetapi terdapat beberapa pilihan dalam
pengaturan kelas tersebut dengan cara mendekorasi interior pembeljaran aktif
yang lebih nyaman, menyenangkan dan suasana menantang.
BAB
II
PEMBAHASA
DESAIN
KELAS DAN PESERTA DIDIK
A.
Kelas
Yang Nyaman dan Menyenangkan
Pengaturan tempat
duduk siswa dalam kelompok kecil merupakan variable yang berhubungan dengan
jumlah relasi yang terjadi dalam satu kelompok belajar, menyangkut tempat
duduk. Sesuai dengan data penelitian, menurut Howells dan Becker (1962) sebagai
berikut :
1.
Anggota kelompok yang ditempatkan ditengan
kemungkinan besar keluar sebagai pimpinan kelompok.
2.
Pemimpin-pemimpin kelompok mungkin muncul
dari bagian yang paling sedikit pesertanya.
3.
Apabila komunikasi bebas.
Dengan kata lain
komunikasi akan cenderung mengalir menyilang ketimbang mengitari meja. Jadi
pengaturan tempat duduk mempengaruhi jalannya diskusi. Demikian juga lingkungan
belajar dalam ruangan kelas dapat dirancang untuk menciptakan ruang yang damai,
nyaman dan tidak menjenuhkan sehingga pembelajaran aktif dapat tercapai. Memang
diakui belum ada satupun pengaturan kelas yang ideal, tetapi terdapat beberapa
pilihan dalam pengaturan kelas.
Guru diminta
menentukan anjuran tentang bagaimana manfaat lingkungan ruang kelas yang sangat
tradisional sekalipun untuk pembelajaran aktif.
1.
Pola U, pola ini merupakan pengaturan tempat
duduk yang disebut all-purpase.
2.
Gaya Team, Meja-meja bundar dapat
dikelompokkan dalan bentuk mengitari ruangan kelas dan memudahkan interaksi
team.
3.
Meja konferensi, suasana kelas akan terasa
nyaman dan sejuk tetkala tempat duduk dan meja-meja diubah letaknya.
4.
Model lingkaran, kita mengatur siswa-siswa
duduk secara sederhana dalan suatu lingkaran ideal untuk diskusi group penuh.
5.
Group on group, pola seperti ini lebih
menyenangkan untuk melakukan diskusi-diskusi fishbowl dengan mengadakan
permainan –permaian peran, debat atau observasi terhadap kegitan-kegiatan
group.
6.
Statiom-statiom kerja, susunan ini cocok
untuk suatu lingkungan bertipe melakukan suatu prosedur atau tugas (seperti
menghitung, mengoperasikan sebuah mesin, melakukan pekerjaan laboratorium)
begitu selesai didemonstrasikan.
7.
Breakout grouping
8.
Susunan tanda pangkat ketentaraan, dalam
susunan ini sangat baik untuk menepatkan jalan antara tempat-tempat duduk yang
mengarah ke tengah.
9.
Ruang kelas tradisional
10. Auditorium
B.
Ukuran
Kelompok Peserta Didik di Kelas
1.
Pelaksanaan pendidikan
Manakala
kelas yang terlalu besar biasanya menjadi keluhan umum, para guru dan
instruktur bahkan banyak yang percaya perbaikan mutu pembelajaran langsung
dapat dicapai dengan mengelompokkan siswa-siswa didalam kelas yang besar.
2.
Teori pendidikan
Teori
pendidikan menyatakan, besarnya suatu kelas atau pengelompokan-pengelompokan
belajar diharapkan dapar mempunyai beberapa dampak yang nyata.
3.
Kepuasan akan mutu sumbangan fikiran
cenderung menurun.
4.
Perbedaan individu antara anggota semakin
Nampak.
5.
Lebih banyak siswa terpaksa dibiarkan
menunggu, sementara yang lai mengajar mereka belajar.
6.
Banyak sisiwa merasa enggan berpastisipasi
dalam diskusi akibatnya kelompokcenderung dieliminasi oleh beberapa orang saja.
Disini
secara teoritis besarnya kelas ataupun kelompok belajar akan merupakan variable
penting, walaupun dampak ukuran kelas besar relevansinya dengan kelas yang
menggunakan metode diskusi dari pada dengan kelas yang menggunakan strategi
yang lebih formal, seperti ceramah.
C. Ukuran Kelas Optimal : Penemuan
Penelitian
Kepustakaan
mengenai kelas optimal dan besarnya kelompok yang telah ditelaah secara berkala
oleh Hudelson (1928); Gooflad (1960); Marklund (1963); Thomas dan Fink (1965);
Davies (1966); dan Hurdinge (1967). Meski banyak yang sependapat bahwa
kelas-kelas kecil lebih menguntungkan keberhasilan belajar akan Nampak pada
situasinya agar lebih komplek, sebagai berikut :
Kelas Besar
·
Kelas kecil biasanya tidak lebih baik dari
pada kelas besar apabila digunakan tes pencapaian untuk mengukur penerimaan
informasi secara tradisional.
·
Ukuran atau besarnya kelas yang optimal untuk
mencapai tujuan kognitif tingkat rendah pada umumnya ialah masalah selera,
nampaknya tidak merupakan variable belajar yang penting.
·
Dalam kelompok yang terdiri atas 12 orang
siswa atau lebih, keterampilan memimpin menjadi lebih penting. Oleh sebab itu,
guru pemimpin memberikan pengarahan yang lebih besar terhadap keputusan
kelompok dan lebih besar toleransi dari pemusatan pada pimpinan atau perilaku
pimpinan.
Kelas Kecil
·
Kelas kecil adalah optimal bila digunakan
pengukuran patokan yang mengetengahkan tujuan afektif dan tujuan kognitif
tingkat tinggi.
·
Dalam situasi semacam itu besarnya kelompok yang
optimal ialah 5, tetapi boleh juga kelompok terdiri atas 7 orang apabila
siswanya lebih matang dan lebih berpengalaman.
·
Tutorial satu lawan satu ialah optimal untuk
mencapai tujuan afektif dan tujuan kognitif dengn tingkat yang lebih tinggi dan
bila siswa diminta untuk bekerja dan maju menurut kecepatan masing-masing
dengan kondisi yang lebih ditentukan.
·
Guru dan siswa, baik secara rasional atau
irrasional biasanya lebih menyukai kelas kecil.
D.
Rentang
Kontrol
Jumlah siswa yang ada
di dalam kelas manakala kita hubungan dengan rentengan kontrol guru, maka
membuat tambahan tugas guru secara extra, dengan kata lain besarnya kelas
melibatkan tugas-tugas tambahan yang harus dilaksanakan oleh seorang gunu
manajer.
E.
Konsekuensi
dan Bertambah Besarnya Kelompok
Penelitian
membuktikan bahwa besarnya kelompok mempunyai beberapa akibat, kalau semua hal
lain sama makin besar sebuah kelopok:
1.
Makin mesar tututan pada guru disatu pihak,
sedangkan dilain pihak makin kecil tuntutan pada siswa untuk menggunakan
keterampilannya.
2.
Makin besar toleransi kelompok terhadap
pengarahan dari guru pemimpin dan semakin menonjol dibandingkan dengan angora
lainnya.
3.
Makin besar kecenderungan dari anggota yang
lebih aktif mendominasi interaksi dalam kelompok.
4.
Makin besar kecenderungan dari
anggota-anggiota yang kurang aktif untuk lebih sungkam dan takur
berpartisipasi.
5.
Suasana makin kurang intim.
F. Ukuran Optimal untuk Tutorial
Tujuan
utama tutorial ialah untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menganlisis,
sintesis dan mengevaluasi.
G. Membentuk Strategi Komunikasi dalam
kelompok
Secara
umum ada 4 buah strategi ataupun alat bantu yang dapat digunakan untuk
penyajian peraturan, prosedur dan perintah yang kompleks agar dapat diambil
keputusan yang tepat dan persoalan-pesoalan dapat diatasi.
1. Strategi
yang tidak dapat menjamin bahwa persoalan dapat dilakukan dengan baik
2. Stategi
yang benar-benar dapat menjamin pemecahan yang baik
Masing-masing
trategi ini mempunyai kelebihan serta kekurangan, karena tidak ada suatu
stategi yang universal yang optimal dalam semua situasi. Untuk itu strategi
tersebut perlu dibicarakan satu demi satu.
1. Komunikasi
dengan prosa yang beruntun
Cara
inilah yang paling umum dan paling jelas untuk memberikan suatu informasi.
2. Strategi
Huristik
Strategi
huristik atau penemuan secara umum dapat memberikan dampak sebagai berikut :
1.
Jumlah kemungkinan sangat besar
2.
Jumlah kemungkinan interaksi sangat besar dan
hubungannya kompleks.
3.
Struktur dasarnya tidak diketahui
4.
Resiko untuk melakukan pemilihan yang salah
dapat diterima.
3. Strategi
Algoritma
Algoritma
adalah suatu rancana yang sistematik yang berbeda dengan huristik, jika
pekerjaan dilakukan dengan cermat, teliti akan mendapat hasil yang sukses.
Strategi algoritma mengedepankan model paying, yaitu dengan merincikan
pekerjaan secara urut dan detil strategi model ini sangat baik, karena sangat
baik, karena sangat membantu kejelasan pesan yang disampaikan guru.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kelas yang nyaman dan
menyenangkan bagaimana seorang guru mengatur kelasnya yang salah satunya
mengatur tempat duduk siswa sehingga terciptanya kelas yang enak dan nyaman,
dan ada juga beberapa pola yang bisa ditata dalam ruang kelas yang bisa
dilakukan oleh guru dan siswa. Kelas yang terlalu besar biasanya menjadi
keluhan umum, para guru banyak yang percara perbaikan mutu pembelajaran
langsung dapat dicapai dengan mengelompokkan siswa-siswanya didalam kelas yang
bersar tersebut.
Penelitian
membuktikan bahwa besarnya kelompok mempunyai beberapa akibat, disini dituntut
guru berperan aktif didalam kelas tersebut.
B.
Kritik dan Saran
Dalam penyajian makalah
kami ini, tentu rekan-rekan “pembaca khususnya mahasiswa belum begitu memahami
atau kurang merasa sempurna atas penyajian kami, hal itu dikarenakan
keterbatasan kami mencari buku dan kemampuan yang kami punya, untuk itu kami
mohon kesediaan dosen pembimbing menambah serta menutupi kelemahan itu, selain
itu adanya kritik /saran dari rekan-rekan” pasti menghasilkan inovasi pada
makalah berikutnya, Terima kasih.
