Selasa, 24 Juli 2012


DESAIN KELAS DAN PESERTA DIDIK

KATA PENGANTAR


Assalammualaikum wr.wb.
            Puji syukur patut kita ungkapkan kehadirat Allah SWT, karena atas izinnya dan rahmat hidayah yang dilimpahkannya kepada kita semua. Alhamdulillah penyusun makalah yang berjudul “Keterampilan Mengelola Kelas” ini dapat kami selesaikan tepat pada tenggang waktu yang diberikan oleh dosen pembimbing.

            Dalam menyingkapi permasalahan yang terdapat didalam makalah ini, terutama kami sebagai pemakalah belum begitu sempurna menguraikan isi yang ada didalam makalah ini, untuk itu penting adanya harapan kami memohon kepada dosen pembimbing untuk menambah serta meluruskannya agar tidak terjadi kekeliruan bagi para rekan pembaca.

            Selanjutnya ucapan terimakasih kepada dosen pembimbing yang memberi dorongan pada kami dalam menyusun makalah ini dn teman-teman kelompok yang telah berkerja sama menyukseskan penyusunannya.

            Wassalamua’alaikum wr,wb


Bangko, 12 Februari 2012
Kami Penyusun




DAFTAR ISI


Kata Pengantar ....................................................................i
Daftar Isi ..............................................................................ii
BAB I  Pendahuluan .............................................................1

BAB II Pembahasan
A.   Kelas Yang Nyaman dan Menyenangkan……..........2
B.   Ukuran Kelompok Peserta Didik di Kelas…………….3
C.   Ukuran Kelas Optimal : Penemuan Penelitian……….4
D.   Rentang Kontrol…….………………………..………….5
E.   Konsekuensi dan Bertambah Besarnya Kelompok….5
F.    Ukuran Optimal Untuk Tutorial…………………………6
G.   Membentuk Strategi Komunikasi Dlam Kelompok…...6

BAB III Penutup ......................................................................8
Kesimpulan                                        
Saran

Daftar Pustaka ........................................................................9










BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan hal pertama dan utama dari dulu sampai sekarang pendidikan dak lepas dari lingkungan kita baik itu pendidikan akhlak, agama dan pendidikan umum lainnya.
Didalam masalah pendidikan bagaiman guru bisa mencapai tujuan pendidikan yang ditujukan dan membuta peserta didiknya mau dan bisa menerima pelajaran yang diberikannya, salah satu contoh yang bisa diambil dalam pendidikan yaitu bagaimana terciptanya suasana yang nyaman  dan damai didalam sebuah kelas,  nyaman tidak menjenuhkan sehinga pembelajaran aktif dapat tercapai.

Memang diakui belum ada satupun pengaturan kelas yang ideal, tetapi terdapat beberapa pilihan dalam pengaturan kelas tersebut dengan cara mendekorasi interior pembeljaran aktif yang lebih nyaman, menyenangkan dan suasana menantang.














BAB II
PEMBAHASA
DESAIN KELAS DAN PESERTA DIDIK

A.   Kelas Yang Nyaman dan Menyenangkan
Pengaturan tempat duduk siswa dalam kelompok kecil merupakan variable yang berhubungan dengan jumlah relasi yang terjadi dalam satu kelompok belajar, menyangkut tempat duduk. Sesuai dengan data penelitian, menurut Howells dan Becker (1962) sebagai berikut :
1.    Anggota kelompok yang ditempatkan ditengan kemungkinan besar keluar sebagai pimpinan kelompok.
2.    Pemimpin-pemimpin kelompok mungkin muncul dari bagian yang paling sedikit pesertanya.
3.    Apabila komunikasi bebas.

Dengan kata lain komunikasi akan cenderung mengalir menyilang ketimbang mengitari meja. Jadi pengaturan tempat duduk mempengaruhi jalannya diskusi. Demikian juga lingkungan belajar dalam ruangan kelas dapat dirancang untuk menciptakan ruang yang damai, nyaman dan tidak menjenuhkan sehingga pembelajaran aktif dapat tercapai. Memang diakui belum ada satupun pengaturan kelas yang ideal, tetapi terdapat beberapa pilihan dalam pengaturan kelas.
Guru diminta menentukan anjuran tentang bagaimana manfaat lingkungan ruang kelas yang sangat tradisional sekalipun untuk pembelajaran aktif.
1.    Pola U, pola ini merupakan pengaturan tempat duduk yang disebut all-purpase.
2.    Gaya Team, Meja-meja bundar dapat dikelompokkan dalan bentuk mengitari ruangan kelas dan memudahkan interaksi team.
3.    Meja konferensi, suasana kelas akan terasa nyaman dan sejuk tetkala tempat duduk dan meja-meja diubah letaknya.
4.    Model lingkaran, kita mengatur siswa-siswa duduk secara sederhana dalan suatu lingkaran ideal untuk diskusi group penuh.
5.    Group on group, pola seperti ini lebih menyenangkan untuk melakukan diskusi-diskusi fishbowl dengan mengadakan permainan –permaian peran, debat atau observasi terhadap kegitan-kegiatan group.
6.    Statiom-statiom kerja, susunan ini cocok untuk suatu lingkungan bertipe melakukan suatu prosedur atau tugas (seperti menghitung, mengoperasikan sebuah mesin, melakukan pekerjaan laboratorium) begitu selesai didemonstrasikan.
7.    Breakout grouping
8.    Susunan tanda pangkat ketentaraan, dalam susunan ini sangat baik untuk menepatkan jalan antara tempat-tempat duduk yang mengarah ke tengah.
9.    Ruang kelas tradisional
10. Auditorium

B.   Ukuran Kelompok Peserta Didik di Kelas
1.    Pelaksanaan pendidikan
Manakala kelas yang terlalu besar biasanya menjadi keluhan umum, para guru dan instruktur bahkan banyak yang percaya perbaikan mutu pembelajaran langsung dapat dicapai dengan mengelompokkan siswa-siswa didalam kelas yang besar.
2.    Teori pendidikan
Teori pendidikan menyatakan, besarnya suatu kelas atau pengelompokan-pengelompokan belajar diharapkan dapar mempunyai beberapa dampak yang nyata.
3.    Kepuasan akan mutu sumbangan fikiran cenderung menurun.
4.    Perbedaan individu antara anggota semakin Nampak.
5.    Lebih banyak siswa terpaksa dibiarkan menunggu, sementara yang lai mengajar mereka belajar.
6.    Banyak sisiwa merasa enggan berpastisipasi dalam diskusi akibatnya kelompokcenderung dieliminasi oleh beberapa orang saja.

Disini secara teoritis besarnya kelas ataupun kelompok belajar akan merupakan variable penting, walaupun dampak ukuran kelas besar relevansinya dengan kelas yang menggunakan metode diskusi dari pada dengan kelas yang menggunakan strategi yang lebih formal, seperti ceramah.

C.   Ukuran Kelas Optimal : Penemuan Penelitian
Kepustakaan mengenai kelas optimal dan besarnya kelompok yang telah ditelaah secara berkala oleh Hudelson (1928); Gooflad (1960); Marklund (1963); Thomas dan Fink (1965); Davies (1966); dan Hurdinge (1967). Meski banyak yang sependapat bahwa kelas-kelas kecil lebih menguntungkan keberhasilan belajar akan Nampak pada situasinya agar lebih komplek, sebagai berikut :

Kelas Besar
·         Kelas kecil biasanya tidak lebih baik dari pada kelas besar apabila digunakan tes pencapaian untuk mengukur penerimaan informasi secara tradisional.
·         Ukuran atau besarnya kelas yang optimal untuk mencapai tujuan kognitif tingkat rendah pada umumnya ialah masalah selera, nampaknya tidak merupakan variable belajar yang penting.
·         Dalam kelompok yang terdiri atas 12 orang siswa atau lebih, keterampilan memimpin menjadi lebih penting. Oleh sebab itu, guru pemimpin memberikan pengarahan yang lebih besar terhadap keputusan kelompok dan lebih besar toleransi dari pemusatan pada pimpinan atau perilaku pimpinan.

Kelas Kecil
·         Kelas kecil adalah optimal bila digunakan pengukuran patokan yang mengetengahkan tujuan afektif dan tujuan kognitif tingkat tinggi.
·         Dalam situasi semacam itu besarnya kelompok yang optimal ialah 5, tetapi boleh juga kelompok terdiri atas 7 orang apabila siswanya lebih matang dan lebih berpengalaman.
·         Tutorial satu lawan satu ialah optimal untuk mencapai tujuan afektif dan tujuan kognitif dengn tingkat yang lebih tinggi dan bila siswa diminta untuk bekerja dan maju menurut kecepatan masing-masing dengan kondisi yang lebih ditentukan.
·         Guru dan siswa, baik secara rasional atau irrasional biasanya lebih menyukai kelas kecil.

D.   Rentang Kontrol
Jumlah siswa yang ada di dalam kelas manakala kita hubungan dengan rentengan kontrol guru, maka membuat tambahan tugas guru secara extra, dengan kata lain besarnya kelas melibatkan tugas-tugas tambahan yang harus dilaksanakan oleh seorang gunu manajer.

E.   Konsekuensi dan Bertambah Besarnya Kelompok
Penelitian membuktikan bahwa besarnya kelompok mempunyai beberapa akibat, kalau semua hal lain sama makin besar sebuah kelopok:
1.    Makin mesar tututan pada guru disatu pihak, sedangkan dilain pihak makin kecil tuntutan pada siswa untuk menggunakan keterampilannya.
2.    Makin besar toleransi kelompok terhadap pengarahan dari guru pemimpin dan semakin menonjol dibandingkan dengan angora lainnya.
3.    Makin besar kecenderungan dari anggota yang lebih aktif mendominasi interaksi dalam kelompok.
4.    Makin besar kecenderungan dari anggota-anggiota yang kurang aktif untuk lebih sungkam dan takur berpartisipasi.
5.    Suasana makin kurang intim.

F.    Ukuran Optimal untuk Tutorial
Tujuan utama tutorial ialah untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menganlisis, sintesis dan mengevaluasi.

G.   Membentuk Strategi Komunikasi dalam kelompok
Secara umum ada 4 buah strategi ataupun alat bantu yang dapat digunakan untuk penyajian peraturan, prosedur dan perintah yang kompleks agar dapat diambil keputusan yang tepat dan persoalan-pesoalan dapat diatasi.
1.    Strategi yang tidak dapat menjamin bahwa persoalan dapat dilakukan dengan baik
2.    Stategi yang benar-benar dapat menjamin pemecahan yang baik

Masing-masing trategi ini mempunyai kelebihan serta kekurangan, karena tidak ada suatu stategi yang universal yang optimal dalam semua situasi. Untuk itu strategi tersebut perlu dibicarakan satu demi satu.
1.    Komunikasi dengan prosa yang beruntun
Cara inilah yang paling umum dan paling jelas untuk memberikan suatu informasi.
2.  Strategi Huristik
Strategi huristik atau penemuan secara umum dapat memberikan dampak sebagai berikut :
1.    Jumlah kemungkinan sangat besar
2.    Jumlah kemungkinan interaksi sangat besar dan hubungannya kompleks.
3.    Struktur dasarnya tidak diketahui
4.    Resiko untuk melakukan pemilihan yang salah dapat diterima.

3.    Strategi Algoritma
Algoritma adalah suatu rancana yang sistematik yang berbeda dengan huristik, jika pekerjaan dilakukan dengan cermat, teliti akan mendapat hasil yang sukses. Strategi algoritma mengedepankan model paying, yaitu dengan merincikan pekerjaan secara urut dan detil strategi model ini sangat baik, karena sangat baik, karena sangat membantu kejelasan pesan yang disampaikan guru.
















BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Kelas yang nyaman dan menyenangkan bagaimana seorang guru mengatur kelasnya yang salah satunya mengatur tempat duduk siswa sehingga terciptanya kelas yang enak dan nyaman, dan ada juga beberapa pola yang bisa ditata dalam ruang kelas yang bisa dilakukan oleh guru dan siswa. Kelas yang terlalu besar biasanya menjadi keluhan umum, para guru banyak yang percara perbaikan mutu pembelajaran langsung dapat dicapai dengan mengelompokkan siswa-siswanya didalam kelas yang bersar tersebut.

Penelitian membuktikan bahwa besarnya kelompok mempunyai beberapa akibat, disini dituntut guru berperan aktif didalam kelas tersebut.

B.   Kritik dan Saran
Dalam penyajian makalah kami ini, tentu rekan-rekan “pembaca khususnya mahasiswa belum begitu memahami atau kurang merasa sempurna atas penyajian kami, hal itu dikarenakan keterbatasan kami mencari buku dan kemampuan yang kami punya, untuk itu kami mohon kesediaan dosen pembimbing menambah serta menutupi kelemahan itu, selain itu adanya kritik /saran dari rekan-rekan” pasti menghasilkan inovasi pada makalah berikutnya, Terima kasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar